“H-U-J-A-N”
Lima huruf yang kemudian menjadi ramai ketika dia
terwujud dalam bentuk . Ya, bagaimana tidak ramai, ia tidak pernah datang
sendiri, selalu saja berombongan, bahkan kadang turun berbondong-bondong dalam jumlah yang sangat besar.
Aku menyukai hujan yang turun, aku
menikmatinya, aku merindukannya jika ia lama tak datang, karena hujan menemaniku
dalam banyak hal dihidupku, dia pernah menjadi pendingin suasana ketika
memanas, hujan pernah membuatku berhenti dan memandangnya berjam-jam, hujan
pernah menemaniku menangis dalam guyuranya, hujan pernah menemaniku saat
bahagia datang, hujan pernah membuatku tak bergerak kemana pun aku pergi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar