Translate

Rabu, 29 Juli 2015

Thanks Dad for your Struggle



Ayah,,,,,Bolehkah aku mengeluh..hari ini anakmu lelahtapi anakmu ini malu untuk mengungkapkanya padamu,sebab kau saja tak pernah mengeluh untuk bekerja bertahun-tahundan keringat yang keluar dari dalam dirimu saja kau hadapi dengan senyuman demi membesarkanku..Jadi aku harus bisa ,karena senyummu membuat lelahku hilang, karena aku bertahan untuk  meraih toga itu .. :) 



Senin, 20 April 2015

Dengarlah Kesah ku Tuhan...

Tuhan.... 
Pastilah Engkau sedang sibuk saat ini. Sedang memantau peperangan yang terjadi di belahan bumi lainnya ‘kah? Atau sedang mengamati dan menertawakan tingkah polah manusia? Ini aku Tuhan, salah satu dari miliaran ciptaan-Mu, namun mungkin nomor satu dalam hal keinginan berkeluh kesah. Maaf jika sampai sekarang aku termasuk golongan yang tak tahu diri. Hanya datang pada-Mu ketika aku sedang membutuhkan sesuatu.
Maaf jika selama ini aku sering mengabaikan-Mu hingga sering bermalas-malasan untuk pergi ke rumah-Mu. Namun dengan segala kerendahan hati, bersediakah Engkau mendengarkan segala keluh kesahku ini? 

Tuhan, andai aku selalu tahu kenapa perasaan cemas datang melandaku. Kadang ia hadir tanpa alasan, mungkin karena aku takut dan sering merasa sendirian.



Andai aku selalu tahu kenapa rasa takut kadang menyergapku. Namun aku belum tentu punya alasan untuk menjelaskan ketakutan itu. Perasaan itu hadir begitu saja, menunda bahagia. Aku tambah kalut jika tak tahu apa sebabnya.
Mungkin aku takut karena merasa kesepian. Tidak, bukan hanya karena saat ini aku sedang melajang. Lebih dari itu, aku benar-benar merasa kehilangan teman-teman. Di usiaku yang sekarang, sahabat memang datang dan pergi. Tapi jika ada di samping pun, aku tetap merasa asing dan sendiri.
Tolong, Tuhan, ingatkan aku bahwa sebenarnya Kau sahabat terbaikku. Aku tak pernah sendirian, karena kau mengerti aku dan selalu mendengarkan. Aku mohon, ingatkan aku untuk selalu dekat kepadaMu. Supaya aku selalu bersandar dan berbagi cerita dengan-Mu, sehingga aku tak perlu lagi merasa kesepian seperti ini.

Kalau harus jujur, aku pun sebenarnya sedikit cemas tentang pekerjaan. Bagaimana bisa aku berjuang di lautan manusia yang sama-sama butuh lowongan?


Pagi ini aku membuka mata kemudian merasa cemas luar biasa. Aku tidak tahu, apakah memang rasa ini sengaja Kau kirimkan padaku supaya aku kembali mengingat-Mu? Yang jelas aku mulai mengkhawatirkan nasib pekerjaanku. Di usiaku ini memang aku sedang kelimpungan mencari pekerjaan yang pas untukku. Bagaimana bisa aku berjuang di lautan manusia yang sama-sama membutuhkan lowongan? Aku sering meragukan kemampuan bahkan merasa rendah diri dibuatnya.
Mataku terbuka bahwa inilah hidup yang sebenarnya. Bahwa dunia ini seperti hutan belantara dan aku harus mampu berjuang hingga titik darah penghabisan supaya bisa bertahan. Tuhan, bersediakah kau cukupkan keberanian yang ada di dalam diriku? Supaya aku bisa dengan maksimal memanfaatkan talenta yang Kau berikan padaku. Aku percaya, Engkau membekali setiap manusia dengan kemampuannya masing-masing.
Dan, aku juga percaya bahwa bagaimanapun caranya aku pasti bisa menemukan jalanku di antara labirin pekerjaan. Bahwa suatu saat nanti aku pasti menemukan pekerjaan yang sesuai dengan renjanaku. Hingga saatnya tiba nanti kuatkanlah hatiku, semoga aku tidak gampang berputus asa digilas kekejaman dunia pekerjaan.

Aku pun selalu ingin tahu siapa yang kelak akan mendampingiku. Tak sabar rasanya menguak rencana sang sutradara alam semesta



Tuhan, sebenarnya bukan hanya pekerjaan saja yang kurisaukan. Dalam diam aku memendam kecemasan pada siapa yang kelak akan mendampingi hidupku. Siapa yang nanti akan menautkan jemarinya di sela-sela jariku dan menjajari langkahku? Memiliki banyak sikap baikkah dia? Dan cukup mengertikah dia akan diriku? Ah, ya aku selalu percaya bahwa Engkau pasti akan memberikan yang terbaik bagiku. Engkau juga pasti akan menjodohkan aku dengan manusia berhati baik yang sanggup mengerti aku apa adanya.
Aku tahu Tuhan, Engkaulah sutradara terhebat yang ada di jagat raya ini. Aku paham, Engkau sudah menuliskan cerita indah dan aku hanya harus menjalaninya saja. Semoga Engkau selalu bersedia mengingatkanku bahwa hidup ini adalah perjalanan, bukan pertandingan. Menikah juga bukan merupakan pencapaian. Sehingga aku tidak harus merisaukan mengenai pasangan hidup ketika sudah banyak dari teman sejawatku yang mengikat janji suci di pelaminan.



Hidup yang masih ku nikmati adanya

biarkan ak menemukan duniaku sendiri.. 
jika satu diantara kalian tak menemukanku dikehidupanmu.. 
bukan berarti ak tak melihatmu 
aku masih tetap disini... 
diduniaku.... 

melewati getirnya sendiri... 
menjalani apa itu yg dinamakan takdir 
jatuh...
bangun...
bahkan sampai merangkak
aku coba untuk tetap tegar
cobaan demi cobaan datang silih berganti
seakan menguji sampai dimana aku tetap untuk bisa bertahan
tak juga kadang iman selalu di gerus...
namun sialnya aku pintar bersyukur..
itu yg membuatku semakin kuat
ini adalah penyesuaian terbesar yg mengorbankan separuh nafas...
sulitnya adalah karena penyesuaian yg keliru...
aku pernah terjatuh hingga dalam
pernah mencoba bangkit walau benar2 sulit
namun buktinya sampai saat ini aku masih bisa merasakan apa itu bahagia.,,
masih bisa menikmati apa yg sebagian orang masih bisa nikmati
maka jika kita menemukan hal yang berbeda dri apa yg kita rasa...
maka yakinlah bahwa sesungguhnya perbedaan itu adalah sesuatu hal yg indah..
dan aku menikmati semua rasa yg bercampur jadi satu
dan sekali lagi aku katakan "Aku diciptakan tidak untuk kalah " 

Kamis, 16 April 2015

Dandelion








Aku ingin hidup seperti dandelion, menghargai setiap waktu yang singkat dengan mengikuti arah angin yang akan membawaku kemana pun tanpa satu orang pun yang tau diamana aku akan meletakkan badan ini. Sampai suatu saat aku akan mencapai suatu titik keterpurukan dalam diriku. Hingga aku menunggu sesuatu yang dapat menopangku untuk berdiri tegak seperti batang dandelion sampai angin yang akan membawaku pergi entah kemana.


Senin, 16 Februari 2015

Alur sang mawar..........

Mawar yang kau titipkan kemarin belum layu,Namun mengapa hatimu sudah beku membatu.Menutupi setiap celahnya dengan kesepian yang kau nikmati sendiri dan tak berbagi.Masih kusimpan rapi di dalam vas agar tetap segar mawar itu,bukan untuk mencairkan kebencian mu namun biar kau tau saja cinta itu ada dan tak dapat mati walau kau yang sang pencinta sudah tak mau tau.Ku biarkan saja seperti ini,membiarkan kau berautis ria dengan dunia mu.Memberikan waktu kau sejenak dengan pemikiran mu,nanti setelah kau lelah menertawai fakta tentang kekalahan saat itu aku datang,Kita berbincang,menunjukan mu bagai mana cara berjalan maju yang mungkin saja kau telah lupa kalau kau pernah begitu.Nanti setelah kau mampu akan ku biarkan mawar itu layu biarkan jatuh hanya sisakan tangkai kering dengan duri kurus di tepinya.Aku hanya melihat dan tak akan lagi menemani,Membiarkan mu agar memilih mawar yang mana yang kau raih lalu kau taruh di vas lusuh yang kemarin.Dan kini gilaran ku mengautiskan dunia.



Minggu, 09 November 2014

November In Rain

“H-U-J-A-N”

Lima huruf yang kemudian menjadi ramai ketika dia terwujud dalam bentuk . Ya, bagaimana tidak ramai, ia tidak pernah datang sendiri, selalu saja berombongan, bahkan kadang turun berbondong-bondong dalam jumlah yang sangat besar.

Aku menyukai hujan yang turun, aku menikmatinya, aku merindukannya jika ia lama tak datang, karena hujan menemaniku dalam banyak hal dihidupku, dia pernah menjadi pendingin suasana ketika memanas, hujan pernah membuatku berhenti dan memandangnya berjam-jam, hujan pernah menemaniku menangis dalam guyuranya, hujan pernah menemaniku saat bahagia datang, hujan pernah membuatku tak bergerak kemana pun aku pergi. 

...dan kini kukatakan, “Selamat datang hujan,keberkahan turun bersamamu, selamat menebar berkah” 

Rabu, 07 Mei 2014

~SUNSET WITH YOU~

“ada banyak cara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. salah satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. saat melihat gumpalan awan di angkasa. saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. saat menyimak tampias air yang membuat bekas di langit-langit kamar. dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. memberikan kebahagiaan utuh -yang jarang disadari- atas makna detik demi detik kehidupan.”
_LUPHI_